Psikologi Manajemen


         Psikologi manajemen adalah ilmu mengenai cara mengatur/me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.
            Kaitannya dengan psikologi
         Diketahui bahwa unsure SDM merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan. Pasalnya, ilmu psikologi mampu yang berpusat pada manusia mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia (motivasi, sikap kerja, keterampilan, dll) dengan berbagai teknik dan metode, sehingga kinerja SDM dapat mencapai produktivitas tertinggi untuk perusahaan
            Pengertian organisasi menurut beberapa ahli:

  • ·        Stoner berpendapat bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan –hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama

  • ·         James D mengatakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

  • ·         Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan dua orang atau lebih


Organisasi (Industri) dapat dipandang sebagai suatu sistem terbuka dan sistem dilingkupi oleh suatu batas sistem.

Fungsi Manajemen:
1.      Perencanaan (Planning)
2.      Pengorganisasian (Organizing0]
3.      Pengarahan (Directing)
4.      Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)
            Sumber daya dibagi menjadi:
1.      Sumber daya manusia
2.      Sumber daya informasi
3.      Sumber daya fisik
4.      Sumber daya keuangan
5.      Sumber daya alam.
           
 Fungsi perencanaan adalah proses menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untujk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
            Kegiatan dalam fungsi perencanaan:
a.       Menetapkan tujuan dan target bisnis.
b.      Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut.
c.       Menentukan sumber daya yang diperlukan.
d.      Menetapkan standar/indicator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis
         
   Fungsi pengorganisasian menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah direncanakan dalam perencanaan didesain menjadi struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat menjamin bahwa semua pihak dalam organisasi bekerja secara efektif serta efisien untuk pencapaian tujuan dari organisasi.
            Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian:
a.       Mengalokasikan sumber daya, merumuskan serta menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang dibutuhkan.
b.      Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab.
c.       Kegiatan perekrutan, seleksi, pelatihan dan pengembangan SDM/ tenaga kerja.
d.      Kegiatan penempatan sumvber daya manusia pada posisi yang paling tepat.
           
 Fungsi pengarahan dan implementasi adalah implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi dan proses memotivasi agar semua pihak dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran serta produktifitas tingi.
            Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi:
a.       Mengimplementasi proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan.
b.      Memberi tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.
c.       Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan.
           
 Fungsi pengawasan dan pengendalian untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasi dapat berjalan sesuai target yang diharapkan walaupun terdapat perubahan yang terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
            Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian:
a.       Mengevaluasi keberhasilan pencapaian tujuan dan target sesuai dengan indicator yang telah ditetapkan.
b.      Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang ditemukan.
c.       Melakukan berbagai alternative solusi atas berbagai masalah yang muncul dan berhubungan dengan pencapaian tujuan dan target bisnis.

Komunikasi
            Komunikasi adalah proses penyampaian berita dari satu orang ke orang lainnya.
Unsur komunikasi adalah:
-. Adanya pengiriman berita.
-. Penerima berita.
-. Berita yang dikirim dapat berupa:
            1. Fakta dan informasi]
            2. Emosi.
            3. Fakta yang bercampur dengan emosi
-. Media pengiriman.


Job Description




Job description merupakan panduan dari perusahaan kepada karyawannya dalam menjalankan tugas. Semakin jelas job description yang diberikan, maka semakin mudah bagi karyawan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan perusahaan.
Deskripsi pekerjaan adalah penyataan tertulis mengenai gambaran suatu pekerjaan, kondisinya, dan hubungannya dengan bagian lain dalam organisasi.

Job description adalah bagian penting dari sistem pengembangan SDM. Ibarat navigator, job desc adalah peta yang menentukan arah, kemana harus berbelok, berapa kecepatan yang diperlukan dan seterusnya.

Menurut Stone, 2005 Job description (deskripsi pekerjaan) atau deskripsi posisi adalah pernyataan tertulis yang menjelaskan mengapa pekerjaan ada, apa yang dilakukan pemegang pekerjaan sebenarnya, bagaimana mereka melakukannya dan dalam kondisi apa pekerjaan itu dilakukan. Tidak ada format standar yang digunakan untuk menulis deskripsi pekerjaan; format, pada kenyataannya, tergantung pada preferensi manajemen dan bagaimana deskripsi pekerjaan akan digunakan.

Sedangkan menurut Grensing & Pophal, 2006, deskripsi pekerjaan adalah rekaman tertulis mengenai tanggung jawab dari pekerjaan tertentu. Dokumen ini menunjukkan kualifikasi yang dibutuhkan untuk jabatan tersebut dan menguraikan bagaimana pekerjaan tersebut berhubungan dengan bagian lain dalam perusahaan.

Job description adalah suatu indicator penting dalam proses performance appraisal. Beberapa pengertian job description yang dikemukakan para ahli adalah sebagai berikut:

Pernyataan tertulis tentang tugas, kondisi kerja dan berbagai aspek yang berhubungan dengan suatu jabatan dalam pekerjaan tertentu (Werther and Davis; 1989) 

Penjelasan tentang suatu jabatan, tugas-tugasnya, tanggung jawabnya, wewenangnya dan sebagainya (Nitisemito; 1992)

Lalu, apa manfaat dari uraian jabatan ? banyak sekali diantaranya :

  • Atasan– untuk mengoptimalkan peran dan tanggungjawab bawahan
  • Pimpinan Organisasi– untuk dapat memimpin dan memberikan motivasi agar pemegang jabatan menghasilkan kinerja optimal.
  • Pemegang jabatan– sebagai panduan dan pedoman kerja serta mengetahui apa yang harus dilakukan dan diharapkan dari organisasi
  • Perekrut– untuk mengetahui kandidat yang tepat dan paling cocok sesuai kebutuhan jabatan
  • Trainer– untuk mengetahui kebutuhan pelatihan bagi pemegang jabatan
  • Assessor– untuk melakukan analisa terhadap pemegang jabatan (competency assessment, in-depth interview dll)
  • Perencana Karir (Succession Planner)– untuk menempatkan individu sesuai dengan peran, tanggungjawab dan kebutuhan organisasi.
  • Perencanaan dan Pengembangan Organisasi (Organization Development & Planner) –untuk membuat perencanaan pengembangan organisasi yang membutuhkan pemahaman tentang jabatan dan jenis peran / tanggungjawab yang diperlukan
  • Job Evaluator–untuk membobot jabatan dan membandingkan jabatan lain di dalam organisasi.

Job Description

Uraian Jabatan Sales & Marketing Manager

Identitas Jabatan
Nama Jabatan
:
Sales & Marketing Manager
Departemen
:
Sales & Marketing
Atasan langsung
:
Sales & Marketing Director
Bawahan langsung
:
S & M Supervisor(s)

Tujuan Jabatan
Merencanakan, mengontrol dan mengkoordinir proses penjualan dan pemasaran bersama S & M Supervisor(s) untuk mencapai target penjualan dan mengembangkan pasar secara efektif dan efisien.

Tanggung Jawab Utama
No
Uraian
Skala Waktu H/M/B/T
1
Menentukan harga jual, produk yang akan dilaunching, jadwal kunjungan serta system promosi untuk memastikan tercapainya target penjualan
B
2
Memonitor perolehan order serta merangkumkan forecast untuk memastikan kapasitas produksi terisi secara optimal
B/M/H
3
Memonitor jumlah stock seluruh Dept. Sales & Marketing untuk memastikan umur stock perusahaan tidak melebihi target yang telah ditentukan.
B/M
4
Menganalisa dan mengembangkan strategi marketing untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan area sesuai dg target yang ditentukan
T/B
5
Menganalisa dan memberikan arah pengembangan design & warna, untuk memastikan pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan pasar
T/B
6
Melakukan evaluasi kepuasan pelanggan dari hasil survey seluruh sales team untuk memastikan tercapainya target kepuasan pelanggan yang ditentukan
T/B
7
Menerapkan budaya, sistem, dan peraturan intern perusahaan serta menerapkan manajemen biaya, untuk memastikan budaya perusahaan dan sistem serta peraturan dijalankan dengan optimal.
H
H : Harian, M : Mingguan, B : Bulanan, T : Tahunan

Indikator
1.
Laporan data dan informasi kondisi pasar di cabang
2.
Program kerja penjualan
3.
Pencapaian penjualan
4.
Laporan evaluasi penjualan
5.
Laporan penjualan cabang
6.
Tertib administrasi
7.
Tingkat kepuasan konsumen
8.
Keberhasilan program promosi

Dimensi
Keuangan
:
1.
Target Penjualan




Non Keuangan
:
1.
Target unit penjualan


2.
Jumlah pelanggan


3.
Jumlah tenaga penjualan

Spesifikasi Jabatan
Latar belakang pendidikan dan pengalaman
:
1.
Minimum pendidikan S-1 di semua bidang


2.
Pemahaman mengenai pemasaran dan penjualan


3.
Pengetahuan mengenai produk perusahaan


4.
Kemampuan negosiasi


5.
Kemampuan presentasi dan komunikasi


6.
5 – 7 tahun pengalaman yang bervariasi dalam bidang pemasaran dan penjualan




Kompetensi
:
1.
Kepemimpinan.


2.
Results oriented


3.
Dapat bekerjasama


4.
Integritas


5.
Membina hubungan


6.
Pendekatan interpersonal

 

Job Description


Uraian Jabatan Finance & Accounting Manager

Identitas Jabatan
Nama Jabatan
:
Finance & Accounting Manager
Departemen
:
Finance & Accounting
Atasan langsung
:
Director Finance
Bawahan langsung
:
Finance Supervisor

Tujuan Jabatan
Merencanakan, mengembangkan, dan mengontrol fungsi keuangan dan akuntansi di perusahaan dalam memberikan informasi keuangan secara komprehensif dan tepat waktu untuk membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan yang mendukung pencapaian target financial perusahaan.

Tanggung Jawab Utama
No
Uraian
Skala Waktu H/M/B/T
1
Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat dan tepat waktu.
H
2
Mengkoordinasikan dan mengontrol perencanaan, pelaporan dan pembayaran kewajiban pajak perusahaan agar efisien, akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.
B/M
3
Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol arus kas perusahaan (cashflow), terutama pengelolaan piutang dan hutang, sehingga memastikan ketersediaan dana untuk operasional perusahaan dan kesehatan kondisi keuangan.
H
4
Merencanakan dan mengkoordinasikan penyusunan anggaran perusahaan, dan mengontrol penggunaan anggaran tersebut untuk memastikan penggunaan dana secara efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan.
T/B
5
Merencanakan dan mengkoordinasikan pengembangan sistem dan prosedur keuangan dan akuntansi, serta mengontrol pelaksanaannya untuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan berjalan dengan tertib dan teratur, serta mengurangi risiko keuangan.
T/B
6
Mengkoordinasikan dan melakukan perencanaan dan analisa keuangan untuk dapat memberikan masukan dari sisi keuangan bagi pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis, baik untuk kebutuhan investasi, ekspansi, operasional maupun kondisi keuangan lainnya
B/M/H
7
Merencanakan dan mengkonsolidasikan perpajakan seluruh perusahaan untuk memastikan efisiensi biaya dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan
T/B
H : Harian, M : Mingguan, B : Bulanan, T : Tahunan

Indikator
1.
Ketepatan waktu penyerahan laporan keuangan
2.
Akurasi laporan keuangan
3.
Ketepatan waktu penyerahan laporan pajak
4.
Akurasi dan kelengkapan dokumen
5.
Efisiensi
6.
Cashflow
7.
Rasio keuangan
8.
Anggaran Perusahaan
9.
Budget variance
10.
Tingkat risiko keuangan perusahaan
11.
Hasil audit keuangan
12.
Rencana keuangan
13.
Rasio keuangan
14.
Tax ratio
15.
Tax compliance

Dimensi
Keuangan
:
1.
Revenue perusahaan:


2.
Biaya operasional (opex) perusahaan:


3.
Biaya modal (capex) perusahaan:




Non Keuangan
:
1.
Jumlah transaksi per tahun


2.
Jumlah bawahan

Spesifikasi Jabatan
Latar belakang pendidikan dan pengalaman
:
1.
Pendidikan teknis minimum S-1 dalam bidang keuangan atau akuntansi.


2.
Pemahaman mengenai standar akuntansi di Indonesia


3.
Pemahaman mengenai sistem keuangan dan akuntansi (komputerisasi)


4.
Pemahaman mengenai perpajakan


5.
Pemahaman mengenai treasury


6.
Pengalaman minimal 10 tahun variabel dalam mengelola keuangan di industri keuangan, consumer goods, atau manufaktur.




Keahlian dan pengetahuan
:
1.
Kepemimpinan


2.
Integritas


3.
Pemikiran analitis


4.
Kerjasama


5.
Peduli terhadap keteraturan


6.
Pemikiran stratejik

Job Description

Uraian Jabatan Public Relation (Specialist / Manager)

Identitas Jabatan
Nama Jabatan
:
Public Relation (Specialist / Manager)
Departemen
:
Corporate Communications / Corporate Secretary
Atasan langsung
:
Corporate Communications / Corporate Secretary(Head / Division Head)
Bawahan langsung
:


Tujuan Jabatan
1. Bertanggungjawab terhadap berjalannya alur komunikasi dari manajemen dengan stakeholder baik karyawan maupun pihak-pihak yang berkepentingan di luar perusahaan,
2. Bertanggungjawab dalam menyampaikan informasi tentang kebijakan terkini yang dikeluarkan oleh manajemen melalui saluran dan media komunikasi yang ada,
3. Bertanggung jawab terhadap tersedianya sarana komunikasi dan saluran komunikasi internal yang dapat digunakan dalam penyampaian informasi secara internal, baik itu kebijakan maupun info-info terkini yang terjadi di dalam perusahaan.

Tanggung Jawab Utama
- Mengelola dan mengembangkan media komunikasi internal dan eksternal perusahaan seperti majalah, bulletin, portal/intranet, situs perusahaan, laporan pemegang saham dan lain-lain untuk membina citra dan komunikasi perusahaan di mata karyawan dan stakeholder di luar perusahaan
- Menanggapi permintaan informasi dari media lain atau menunjuk juru bicara yang tepat atau sumber informasi
- Memantau penerapan sistem dan prosedur komunikasi perusahaan, serta melakukan perbaikan dan pengembangan yang diperlukan sesuai perkembangan yang ada demi kepentingan perusahaan
- Melakukan kegiatan sosialisasi, dan kampanye-kampanye atas kebijakan-kebijakan manajemen perusahaan sehingga tujuan komunikasi dapat tersampaikan dengan baik
- Memelihara hubungan dengan wakil-wakil komunitas, konsumen kunci, karyawan, dan kelompok kepentingan umum yang dianggap penting untuk menjaga jalur komunikasi untuk tujuan citra positif perusahaan
- Melakukan pemantauan atas media masa atas informasi dan pemberitaan perusahaan yang ada serta melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk memberikan informasi yang benar serta perbaikan citra perusahaan
- Melakukan koordinasi dengan manajer unit kerja lain, serta dengan biro iklan untuk mengatur program kampanye promosi di semua jenis media untuk pencitraan positif perusahaan serta promosi produk/jasa perusahaan
- Menyiapkan materi dan menyampaikan pidato yang bertujuan untuk public relations.

Indikator


Dimensi
Rentang Pengaruh: Seluruh Organisasi
Ragam Produk / Jasa: Siaran pers, majalah dan bulletin perusahaan; internal maupun umum), brosur, handout, video promosi, newletter dan program multimedia, dan sebagainya.
Jumlah bawahan: 3 orang
Kondisi Pekerjaan: Kondisi kerja normal pada lingkungan kantor, pekerjaan mungkin membutuhkan akhir pekan sesekali dan / atau kerja malam.
Hubungan eksternal: Penyedia Jasa / Vendor, Media Masa / Pers, Lembaga Pemerintah (Parlemen, Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, Bank Indonesia, Bapepam, Departemen Tenaga Kerja, dan lain-lain)

Spesifikasi Jabatan
Latar Pendidikan : Min. S1Public Relations / Mass Communications
Sertifikasi Profesi : -
Pengalaman Kerja: <>
Jabatan Sebelumnya : Public Relation Officer/ Corporate Communications Staff Min. > 3 Tahun
Keahlian Teknis Khusus: Microsoft Office (Ms. Word, Excel, PowerPoint), Photoshop, CorelDraw, Communications skill (public speaking, writing skill, dst.), Mass Media Management & Monitoring, Leadership skill

        Dalam suatu perusahaan dibutuhkan adannya konflik, karena jika dalam suatu perusahaan kurang memiliki konflik atau bahkan tidak memiliki konflik perusahaan tersebut tidak akan memiliki kemajuan dan kurang nya motivasi agar perusahaan lebih berkembang lagi. Jadi, untuk mengembangkan suatu perusahaan konflik di butuhkan terutama agar sistem manajemennya dapat berkembang. Walaupun konflik terdengar lebih pada ke arah negatif, tetapi sebenarnya konflik juga dapat bernilai positif jika konflik tersebut dapat diolah menjadi suau pemikiran yang dapat berperan dalam memunculkan motivasi dalam suatu perusahaan terutama dalam hal manajemen nya.
Contoh Kasus:
Pada salah satu perusahaan jasa yang memiliki konflik dengan para pegawainya, dimana manajemen perusahaan jasa tersebut membuat keputusan mengenai  restrukturisasi dan rencana perekrutan pegawai melalui pihak ketiga. Karena para pekerja tidak setuju dan menolak rencana tersebut dengan mengatakan bahwa hal itu akan menimbulkan banyak pemecatan, maka terjadilah aksi mogok kerja yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan itu sendiri. Sehingga manajemen perusahaan jasa tersebut memutuskan untuk tidak beroperasi dalam waktu yang tidak bisa ditenukan. Perusahaan jasa ini juga mengatakan bahwa tidak akan ada operasional sampai tercapainya penyelesaian atas konflik yang tengah terjadi dengan para pekerja.

Penyelesaian Masalah:
Konflik yang sudah terjadi bisa diselesaikan melalui perundingan. Cara ini dilakukan dengan melakukan dialog terus menerus antar kelompok untuk menemukan suatu penyelesaian maksimum yang menguntunngkan kedua belah pihak. Melalui perundingan kepentingan bersama dipenuhi dan ditentukan penyelesaian yang paling memuaskan. Gaya perundingan untuk mengelola konflik dapat dilakukan dengan cara:
a.       Pencairan, yaitu dengan melakukan dialog untuk mendapatkan suatu pengertian
b.      Keterbukaan
c.  Belajar empati, dengan melihat kondisi dan kecemasan orang lain sehingga didapatkan pengertian mengenai orang lain
d.      Mencari tema bersama, pihak-pihak yang erlibat dapat dibantu dengan cara mencari tujuan-ujuan bersama
e.  Menghasilkan alternatif, hal ini dilakukan dengan jalan mencari alernatif untuk menyelesaikan persoalan yang diperselisihkan
f.    Menanggapi berbagai alternatif, setelah ditemukan alternatif penyelesaian hendaknya pihak-pihak yang terlibat dalam konflik mempelajari dan memberikan tanggapan
g.    Mencari penyelesaian, sejumlah alternatif yang sudah dipelajari secara mendalam dapat diperoleh suatu konsensus unuk menetapkan suatu penyelesaian
h.      Membuka jalan buntu, dengan mengikutsertakan pihak ketiga yang berpengalaman untuk menyelesaikan masalah
i. Mengikat diri kepada penyelesaian di dalam kelompok, setelah dihasilkan penyelesaian yang disepakatim pihak yang terlibat dapat memperdebatkan dan mempertimbangkan penyelesaian dan mengikatkan diri pada penyelesaian itu
j.     Mengika seluruh kelompok, dengan penerimaan atas suatu penyelesaian dari pihak-pihak yang terlibat konflik
Sumber:

Essay



       Essay I



Dari seluruh topic yang diberikan saya sangat tertarik dengan topic stress pada wanita. Mengapa? Karena saya sendiri adalah seorang wanita dan saya sendiri sadar bahwa sebagai manusia saya termasuk mudah stress walaupun dengan cepat saya dapat menanganinya.
            Berbagai masalah dapat menimbulkan stress bagi wanita, sehingga saya menspesifikannya menjadi satu topic yaitu:
Stress Pada Wanita Infertile Yang Sedang Berupaya Untuk Mendapatkan Anak
            Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, memiliki anak merupakan hal yang sangat berarti. Maka dari itu infertility dapat menjadi sumber stress bagi Individu. Namun terlebih lagi pada wanita karena sebagian besar pemeriksaan dan pengobatan membutuhkan partisipasi wanita, alasan lainnya adalah karena masyarakat menekankan motherhood sebagai peran utama wanita, sehingga wanita infertile lebih distress akibat tidak berhasil memiliki anak (Freeman, 1985).
            Dalam masyarakat yang pronatalia, wanita yang tidak memiliki anak karena pilihan sendiri atau bukan, seringkali juga dianggap memiliki masalah psikologis, seksual dan kesehatan mental (Calla, 1985).
Stress tersebut akan bertambah karena pandangan masyarakat yang menganggap jika pada tahun pertama pernikahan mereka tidak dikaruniai seorang anak maka pasangan tersebut akan dianggap memiliki masalah kesuburan.
Stress, walau mereka menghadapi sumber yang sama tetapi stress yang dialami oleh satu individu berbeda dengan individu lainnya. Hal ini disebabkan karena adanya penilaian kognitif primer; apakah situasi yang ada mengancam kesejahteraan dirinya? dan penilaian sekunder; apakah dirinya mampu menghadapi situasi tersebut? Jadi stress pada wanita atau dalam topic ini wanita yang mengalami infertile, berat atau tidaknya kembali pada dirinya sendiri. Jika ia merasa tidak mampu menghadapi situasi tersebut maka ia akan mengalami stress yang berat tapi jika ia merasa mampu ia tidak akan mengalaminya.
Stress dapat dialami oleh pria ataupun wanita, tetapi ada beberapa stress yang hanya dapat dialami wanita, apakah itu? Stress yang hanya dialami oleh wanita yaitu yang berhubungan dengan fisiologis; menstruasi, kehamilan dan menopause (witkin, 1991). Ketiga aspek ini merupakan anugerah bagi wanita karena berhubungan dengan reproduksi tetapi juga merupakan sumber stress itu sendiri.
            Infertility tidak hanya terkait dengan masalah biologis tetapi juga terkait dengan masalah lainnya seperti psikologis, interpersonal, sosial budaya. Infertility sering disebut sebagai a complex life crisis, psychologically threathening and emotionally stressful (Merning, 1975).
            Infertility sendiri dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  •    Infertility primer, dimana pasangan yang sudah menikah sama sekali tidak pernah hamil sedangkan, 
  •   Infertility sekunder adalah pasangan yang sebelumnya pernah hamil tetapi kesulitan untuk hamil kembali, hal itu dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti; aborsi atau pernah melahirkan bayi yang premature.

            Infertility bisa disebut sebagai pengalaman yang stressful. Mengapa? Karena pasangan yang memiliki masalah Infertility biasanya mempresepsikan hal tersebut akan mengancam well being mereka (Lazarus & Folkman, 1984). Sumber stress Infertility ini adalah internal karena hal tersebut tergantung pada pandangan masing-masing pasangan mengenai memiliki anak.
            Memiliki anak dan menjadi ibu dinilai tinggi, karena merupakan simbol status wanita dewasa, dan untuk memenuhi rencana bagi diri sendiri, serta memenuhi harapan dari orang lain untuk menjadi ibu (Beckett, 1986). Dengan padangan tersebut, seorang wanita yang mengalami Infertility dianggap mengalami kegagalan sebagai ibu maupun wanita. Selain itu, bagi wanita, mendapat peran sebagai seorang ibu sangatlah penting bagi kehidupan mereka maka dari itu jika mereka mengalami Infertility hal tersebut dapat menjadi dampak yang sangat besar bagi kehidupan sekaligus identitas mereka dibandingkan pria.
            Beberapa contoh kasus yang telah saya baca menjelaskan bahwa stress yang mereka alami adalah karena belum memiliki anak. Stress ini juga diperparah karena pandangan masyarakat atau norma masyarakat yang memandang bahwa tugas seorang wanita adalah menjadi ibu, ibu rumah tangga dan istri. Selain itu norma masyarakat juga memandang bahwa pasangan yang sudah menikah haruslah memiliki anak, hal itu menambah beban stress pada wanita yang mengalami Infertility terutama pada usia 30 tahun ke atas yang menyadari bahwa semakin bertambahnya usia maka kesuburan mereka akan semakin berkurang. Alasan lainnya adalah masyarakat memandang bahwa anak merupakan sumber kebahagiaan, tanpa anak maka kebahagiaan keluarga belumlah lengkap. Dari hal-hal yang disebutkan diatas, hal tersebut merupakan faktor stress eksternal yang dialami oleh wanita karena jika mereka tidak mengikuti pandangan norma masyarakat, mereka akan mengalami sangsi informal seperti dikucilkan oleh masyarakat. Norma sosial atau harapan masyarakat merupakan tuntutan bersifat eksternal.
            Disamping norma, sikap orang-orang disekelilingnya juga mempengaruhi stress tersebut; ada yang memberikan dukungan ada juga yang memberikan gunjingan. Hal lainnya yang menambah stress adalah para wanita yang mengikuti pengobatan dan pemeriksaan; beban fisik, sakit karena obat serta rasa lelah dan belum tentu setelah mereka menjalani pengobatan tersebut mereka akan dikaruniai seorang anak.






Essay II



Topik selanjutnya yang akan saya bahas adalah mengenai Social Support. Social support atau dukungan sosial, dukungan sosial terkadang dianggap sebagai hal yang wajar tetapi tanpa dukungan sosial hal tersebut akan terasa luar biasa berat. Mengapa? Karena manusia sebagai mahkluk sosial akan selalu membutuhkan orang-orang sekitarnya untuk mendukungnya.
Topic social support pun bermacam-macam dan saya mempersempitnya hingga memilih sebuah judul yang menarik perhatian saya, yaitu:
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kesepian Pada Janda Cerai Mati
Sebagai seorang istri, mereka selalu menyesuaikan diri dengan suaminya, selalu menuruti suaminya hingga saat mereka kehilangan tokoh panutan mereka tersebut dapat dibilang mereka seperti kehilangan tokoh panutan mereka terutama jika hal tersebut terjadi secara mendadak. Seringkali mereka yang kehilangan masih dibayangi oleh bayang-bayang suami mereka karena mereka selalu berusaha mengabdikan hidupnya demi suami mereka.
Istri yang berubah status menjadi seorang Janda memikul banyak masalah dalam hidupnya tetapi dari semua masalah yang mereka alami, masalah utama yang mereka rasakan adalah rasa kesepian.
Kesepian merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan, yang timbul bilamana hubungan sosial individu terasa kurang berarti (Peplau & Perlman, 1982:4). Kesepian ini sering kali ditimbulkan karena kehilangan orang terdekat.
Kesepian yang dialami janda pada dasarnya berasal dari hilangnya figure orang terdekatnya yaitu suami, yang berfungsi sebagai orang yang dapat memberikan pengertian, dan rasa aman. Janda merasa dirinya sendiri, tidak tahu harus kemana untuk melangkah, tidak tahu cara meneruskan cita-cita keluarga dan merasa dirinya kosong. Disamping itu, janda cenderung mendapatkan penilaian negative dari masyarakat hingga membuat merka merasa semakin sendiri dan terpisah dari lingkungan sosialnya. Jika janda tersebut terus berlarut-larut dalam kesedihannya maka itu akan menghambat produktivitas dan kebahagiaan dirinya sendiri
Sebagai mahkluk sosial manusia membutuhkan dukungan dari lingkungan sosialnya. Terbinanya interaksi individu dengan rekan kerja, keluarga, pasangan hidup atau dengan sahabatnya akan sangat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang tidak dikehendakinya, itulah yang disebut dengan dukungan sosial atau social support. Dukungan sosial merupakan jaringan sosial yang terdiri dari orang-orang yang dapat dipercaya, hangat dan ramah, serta dapat dijangkau oleh individu, sebagai sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan perhatian, penilaian dan cinta kasih. Hubungan interpersonal yang terjadi dalam social support didasari oleh rasa saling membutuhkan.
Dukungan sosial merupakan suatu konsep yang kompkles, yang mengandung berbagai fungsi. Begitu kompleksnya batasan dukungan sosial, hingga M.J Stewart (1989) menjelaskan ada tiga perspektif yang digunakan dalam meneliti fenomena dukungan sosial yaitu; perspektif struktur, fungsi dan asal-usul  dari dukungan sosial.
Fungsi dukungan sosial antara lain:
a.       Bimbingan (Guidance)
Fungsi yang memberikan dampak pada individu untuk merasa dibimbing dan dinasehati.
b.      Adanya Pengakuan (Reassurance of worth)
Membuat individu merasa dihargai dan diakui kemampuannya, yang pada akhirnya dapat menguatkan pola-pola tingkah lakunya serta menumbuhkjan harapan-harapan untuk masa depannya (Brammer & Everettm 1982)
c.       Integrasi Sosial (Social Integration)
Membuat individu merasa menjadi bagian dari kelompok, merasa mempunyai kesamaan, merasakan adanya kesenangan dan cocok dengan kegiatan kelompoknya (Raven & Rubin, 1983)
d.      Kedekatan Emosional (Attachment)
Membuat individu merasa diperhatikan dan dekat secara emosional
e.       Kesempatan Untuk Mengasuh (Oppurtunity for nurturance)
Menyebabkan individu merasa dibutuhkan dan merasa dipentingkan oleh orang lain sehingga dengan demikian hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan rasa mampu bagi individu yang bersangkutan (Raven & Rubin, 1983)
f.        Adanya Jaminan (Reliable Alliance)
Mmebuat individu merasa terjamin dengan adanya orang ain yang dapat diandalkan bantuannya.
Kelley (dalam Sarlito, 1991) mengatakan bahwa pada dasarnya manusia membutuhkan informasi-informasi yang diperlukan, yang dapar ia peroleh melalui hubungan sosialnya dengan orang lain, dala bentuk Dukungan Sosial atau social support.
Beberapa sumber dukungan sosial yang dapat diperoleh oleh individu yaitu; anak-anak, orang tua, saudara baik kandung ataupun jauh, teman senasib dan tetangga hal ini dijabarkan menurut Heinerman (dalam Middlebrook, 1980) sedangkan Goldberger & Brenitz (1982) menambahkan dua unsure lain yaitu; saudara ipar dan teman atau pasangan hidup.
Kesepian merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan dan bersifat subyektif hingga sulit untuk digambarkan. Kesepian menurut Weiss dibedakan menjadi dua yaitu kesepian emosional (Emotional Loneliness) dan kesepian sosial (Social Loneliness).
Kesepian emosional terjadi akibat hilangnya hubungan individu dengan individu sebagai contoh pasangan hidup. Individu yang merasakan kesepian tersebut akan merasa kehilangan, kosong, sedih dan semacamnya.
Sedangkan kesepian sosial dapat terjadi karena tidak adanya persahabatan yang berarti dalam lingkungan sosial individu. Individu yang mengalami kesepian jenis ini akan merasa dikucilkan dari lingkungannya. Biasanya individu dengan jenis kesepian seperti ini membutuhkan hubungan atau jaringan sosial baik dari lingkungan masyarakat ataupun organisasi.
Pada dasarnya menurut Weiss, dua jenis kesepian ini memiliki kesamaan yaitu hilangnya hubungan sosial dengan seseorang .
Penelitian di Amerika menyebutkan bahwa janda dengan usia dewasa muda lebih dapat menyesuaikan diri dengan situasinya, dan janda tersebut biasanya lebih bisa membina hubungan baru nantinya dibandingkan dengan janda usia dewasa menengah. Hal ini disebabkan karena perkembandan individu dewasa menengah adalah untuk mengabdi sepenuhnya kepada pasangan hidupnya.


SUMBER REFERENSI


  • Skripsi milik: Heriningrum, Imelda. Stress pada wanita infertile yang sedang berupaya untuk mendapatkan anak. Fpsi, UI, Depok. Diambil pada tanggal 15 April 2015
  • Skripsi milik: Priatina, Shaula. 1993. Hubungan antara dukungan sosial dengan kesepian pada janda cerai mati. Fpsi, UI, Depok.
  •  Basuki, A.M Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma 
  • Riyanti, B.P Dwi, Prabowo, Hendro.1998. Psikologi Umum 2. Jakarta: Universitas Gunadarma.

posted under | 0 Comments
Newer Posts Older Posts Home

Social Profiles

TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInEmail

Info

Lorem ipsum no has veniam elaboraret constituam, ne nibh posidonium vel.
Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers


Recent Comments